Pantai Lahi Lai Bissi Kopan Andalan Kota Kupang
Kali ini saya ingin berbagi cerita tentang salah satu pantai yang menjadi andalan wisata di kota kami. Ya, Pantai LLBK atau yang dulu dikenal dengan nama Pantai Teddys.
Kupang kota kami berada di ujung barat Pulau Timor. Sehingga jatah sunset alias matahari terbenam selalu menghiasi sore kami.Menikmati senja dari Pantai LLBK menjadi spot andalan warga kota dan wisatawan, karena lokasinya yang begitu strategis dan mudah diakses dari mana saja.
Setelah direnovasi Pantai Lahi Lai Bissi Kopan semakin menjadi destinasi andalan di Kota Kupang. Apalagi letaknya yang sangat strategis menjadikan pantai ini patut dikunjungi.
Kalau kamu naik bemo (angkot) Kota Kupang pasti akan melintasi jalur pantai ini. Biar singkat penyebutannya saya pakai Pantai LLBK saja. Toh, pantai ini berada di Kelurahan LLBK yang kepanjangannya juga sama.
Dulunya destinasi ini lebih dikenal dengan nama Pantai Teddys. Ini merujuk pada Cafe Teddys yang berada di sudut pantai.
Tapi, sesudah renovasi namanya berubah dengan sentuhan lokalitas.
Ya, Lahi Lai Bissi Kopan adalah nama lain dari Kupang. Nama ini juga dari Bahasa Helong, suku asli yang menempati Kupang.
Next, pada Maret nanti aku akan menulis tentang Suku Helong. Ditunggu laporan jurnalistiknya ya, hihi...
Dulunya Pantai LLBK merupakan sebuah dermaga. Para nelayan dulu melabuhkan perahu-perahu di sini. Namun, seiring perubahan zaman, orang-orang pun beralih profesi. Sepertinya sulit menemukan nelayan dari generasi muda saat ini.
Bekas dermaga lama pun masih ada. Ada tiang-tiang kayu yang masih tertancap. Sebagian sudah hancur diterpa ombak, sisanya masih kokoh berdiri walau miring. Seakan ingin menjadi saksi bisu perubahan pantai ini.
Saya juga teringat akan satu hal. Dulu jauh sebelum Labuan Bajo terkenal seperti saat ini, pernah ada Sail Komodo pada tahun 2013.
Nah, rombongan kapal-kapal yang berlayar itu juga berlabuh di pantai ini. Ada banyak sekali kapal pinisi saat itu yang berbaris di tepi pantai.
Saat ini Pantai LLBK sudah tampil dengan wajah baru. Ada sentuhan klasik modern pada arsitekturnya serta ditambah unsur tradisional khas NTT. Ada tempat duduk yang menyerupai Sasando, alat musik dawai dari Pulau Rote.
Setiap sore sangat ramai di sini. Apalagi akhir pekan. Pantai ini amat cocok bagi keluarga yang datang membawa anak-anaknya.
Ada arena bagi lives painting. Tentu anak-anak akan suka punya pengalaman menggambar dan mewarnai langsung.
Ada juga mobil-mobil mini yang dikontrol pakai remot. Speaker musiknya sangat besar, jadi kadang-kadang terasa riuh juga, hehe…
Kalau ke LLBK siap-siap untuk bermanja mulut. Ada banyak jenis kuliner. Tentu yang menjadi andalan adalah jagung bakar dan pisang gepe.
Terus kita juga bisa pesan kopi atau teh hangat. Waktu ke sini saya sempat mencoba salome kuah. Sudah lama saya tidak makan salome.
Setelah puas makan dan foto-foto, paling enak kalau turun ke pantai. Saat air surut itu juga makin bagus.
Kita bisa bermain pasir atau sekadar melihat-lihat karang laut. Istilah di sini itu bakarang atau meting, seperti mencari ikan atau kerang laut.
Ia sedang menjalani masa residensi penulisan selama sebulan di Kupang. Karena itu, sudah pasti aku wajib mengenalkan spot pantai ini ke padanya.
Jadi, setiap orang yang baru bertandang ke Kupang, pastinya haru ke sini. Begitu pun kamu jika datang ke kotaku, aku jamin akan diantar ke Pantai LLBK.
Senja di Pantai LLBK adalah yang terbaik. Paling bagus saat foto dengan latar mercusuar. Kapan-kapan kamu harus coba ke pantai ini yah.
Post a Comment for "Pantai Lahi Lai Bissi Kopan Andalan Kota Kupang"